Thursday, August 19, 2010

tes

tes

Published with Blogger-droid v1.5.3.1

Readmore »»

Test Posting From My Android Phone

This is my first post in this year, and try directly using blogger application from my android cell phone..

Hope this will succesfull since internet connection on PC/laptop not so fast.

Published with Blogger-droid v1.5.3.1

Readmore »»

Sunday, September 7, 2008

Mengenal Seseorang dari Tulisan Tangannya

Masih tentang graphology, artikel berikut ini lebih mudah untuk dipahami dibanding tulisan sebelumnya tentang graphology.
Berikut ini saya ambil dari activetransformation.blogspot.com

---

Tulisan memegang peran penting dalam sejarah peradaban umat manusia. Tulisan tangan manusialah yang membedakan zaman sejarah dan prasejarah. Tulisan membuat manusia bisa berkomunikasi jarak jauh tanpa harus meninggalkan tempatnya, melalui surat atau sms. Tulisan juga membuat kita mengetahui adat kebiasaan suatu bangsa yang telah lalu. Pendidikan zaman sejarah juga tak lepas dari bagaimana cara menulis dan membaca. Tulisan sudah merupakan bagian dari kehidupan manusia zaman sejarah.



Walaupun suatu masyarakat memiliki standar tulisan tersendiri yang diajarkan disekolah-sekolah, tulisan tangan setiap orang amatlah beragam. Sudah sejak lama tulisan tangan menjadi bahan penelitian para ahli. Para filsuf zaman Romawi, sampai sastrawan legendaris Shakespeare percaya bahwa tulisan mencerminkan kepribadian sang penulisnya. Bukan hanya karena isi tulisan tersebut menggambarkan isi kepala seorang penulis, tetapi bentuk tulisan seseorang juga bisa menggambarkan kepribadian seseorang.

Setiap orang, disadarai atau tidak, memiliki kekhasan pola tulisan tangan. Kebiasaan menulis sudah menjadi bagian hidup seseorang sejak kecil, hampir seluruh aktifitas belajar di sekolah adalah menulis. Sehingga tanpa disadari tulisan yang fondasinya diajarkan sejak kecil merefleksikan kepribadian orang tersebut.

Grafologi adalah bidang studi yang mempelajari tulisan tangan berkaitan dengan kepribadian seseorang. Grafologi mulai berkembang pada awal abad ke-17, ketika para ilmuwan mulai mengumpulkan data dan fakta ilmiah tentang tulisan. Bahan awal inilah yang kemudian dikembangkan menjadi teori-teori ilmiah.

Kata grafologi (Graphology) diperkenalkan oleh ilmuwan perancis Michon pada tahun 1875. Dalam bahasa Yunani Grapho berarti ’saya menulis’, sedangkan Logos berarti teori.

Sekarang grafologi telah digunakan secara luas, terutama di dunia barat. Para praktisi pendidikan, perekrut karyawan, human reource, sampai psikolog kriminal telah banyak mengaplikasikan ilmu ini.

Grafologi adalah suatu bidang kajian yang sangat kompleks dan dinamis, tetapi pada dasarnya siapapun bisa mempelajarinya. Hal ini disebabkan karena grafologi mudah dipelajari dan bisa langsung dipraktekkan. Siapapun bisa menggunakan panduan sederhana grafologi bisa membantu untuk menganalisis kepribadian seseorang, atau diri kita sendiri. Bagi anda yang suka mengamati orang lain hal berikut mungkin berguna untuk anda.


Contoh dasar analisa Grafologi

Hal yang pertama yang harus diperhatikan dalam menganalisa tulisan adalah apakah tulisan tersebut valid untuk dievaluasi atau tidak. Perlu dipastikan tidak ada faktor luar yang mempengaruhi tulisan, seperti alas untuk menulis yang tidak rata, posisi canggung ketika menulis, atau menulis dalam kendaraan yang sedang berjalan.

Berikut akan dipaparkan beberapa faktor yang bisa dijadikan sebagai bahan analisa. Harus kita pahami bahwa setiap faktor tidak berdiri sendiri melainkan merupakan bagian-bagian yang harus disatukan untuk mendapatkan hasil analisa kepribadian yang utuh.

Faktor pertama adalah ukuran besar kecilnya huruf (size). Ukuran huruf erat kaitannya dengan besar kertas yang diberikan. Para ahli mengatakan bahwa semakin kecil tulisan seseorang menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang bekerja dengan detail, dan merupakan orang-orang yang terbiasa dengan hal teknis. Orang yang tulisannya besar mencirikan seseorang yang tidak suka detail, menyukai gambaran besar dari sesuatu.

Faktor kedua adalah kemiringan huruf (slope). Perhatikan apakah kemiringan huruf konsisten. Cobalah uji dengan menarik garis lurus dia antara tulisan. Jika konsisten kita bisa simpulkan bahwa tulisan yang miring ke belakang biasanya adalah orang orang yang introvert, sedangkan tulisan yang miring ke depan disukai oleh orang-orang ekstrovert. Derajat kemiringan mencerminkan tingkat ekstroversi atau introversi. Sedangkan konsistensi kemiringan masing-masing huruf menggambarkan tingkat konsistensi emosi.

Faktor lainnya adalah kemiringan barisan tulisan (line slope). Orang yang memiliki tulisan cenderung ’naik’ dari kiri ke kanan menunujukkan orang yang optimis dan gembira, saking optimisnya setiap huruf yang baru ditulis lebih tinggi dari huruf sebelumnya. Sebaliknya orang yang tulisannya semakin ke kanan semakin turun adalah orang yang mengalami kelelahan fisik atau mental.

Faktor berikutnya yang bisa kita lihat adalah aliran tulisan (flow). Semakin sering aliran tulisan seseorang terhenti dengan mengangkat pulpen dari kertas semakin sabar orang tersebut. Hal sebaliknya orang-orang yang tidak terkedali emosinya, impulsif, tak sabaran akan memiliki tulisan yang lebih kontinyu. Orang yang terburu buru ingin cepat menyelesaikan tulisannya dengan cara sesedikit mungkin mengangkat pulpen dari kertas.

Faktor spasi (space) juga bisa dijadikan bahan untuk analisis. Orang yang memiliki tingkat untuk bersosialisasi yang tinggi akan cenderung memiliki tulisan dengan spasi antar kata yang dekat. Jarak yang renggang antar kata merefleksikan bahwa orang tersebut lebih nyaman sendiri, dan tidak terlalu percaya kepada orang lain. Jarak antar huruf yang renggang mencerminkan jiwa artistik seseorang.

Faktor yang cukup rumit adalah dekorasi dan distorsi. Kedua hal ini merupakan hal yang berbeda. Dekorasi sengaja di buat, sedangkan distorsi tidak sengaja terjadi dan salah tulis. Dekorasi menunjukkan keinginan untuk dihargai lebih dari yang apa ia terima saat ini. Sedangkan distorsi mengindikasikan tingkat variasi dalam kehidupan individu orang tersebut. Huruf yang belum sempurna bentuknya menggambarkan kecerdasan dan ketidaksabaran.

Secara umum untuk mendapatkan gambaran tentang seseorang gunakan sebanyak mungkin faktor di atas. Jika memungkinkan ujilah dengan tes psikologi lain yang akan membantu untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang kepribadian seseorang. Semakin banyak sudut pandang yang kita gunakan, semakin baik hasil yang kita peroleh mengenai seseorang.

Sungguh merupakan hal menarik untuk mengamati, mempelajari dan menganalisa kepribadian orang lain, juga merupakan suatu cara untuk belajar memahami orang lain, tetapi jangan pernah menganggap analisa anda akurat dan valid secara ilmiah. Anda bisa mempublikasikan hasil analisa anda jika anda sudah ahli dalam grafologi, terlebih jika anda sudah mendapatkan sertifikasi dan akreditasi dari lembaga yang berwenang.

Selamat menganalisa!

Readmore »»

Sunday, August 31, 2008

Bagaimana anak dibentuk?

Suatu tulisan yang terkenal dari Dorothy Law Notie berikut ini adalah perlakuan kita atau lingkungan kita terhadap anak yang sangat berpengaruh di masa depannya.


 

Jika seorang anak hidup dalam suasana penuh Kritik,

Ia belajar untuk Menyalahkan


 

Jika seorang anak hidup dalam Permusuhan,

Ia belajar untuk Berkelahi






 

Jika seorang anak hidup dalam Ketakutan,

Ia belajar untuk Gelisah


 

Jika seorang anak hidup dalam Belas Kasihan Diri,

Ia belajar mudah untuk Memaafkan Dirinya Sendiri


 

Jika seorang anak hidup dalam Ejekan,

Ia belajar merasa Malu


 

Jika seorang anak hidup dalam Kecemburuan,

Ia belajar untuk Iri Hati


 

Jika seorang anak hidup dalam Rasa Malu,

Ia belajar untuk merasa Bersalah


 

Jika seorang anak hidup dalam Semangat Jiwa Besar,

Ia belajar untuk Percaya Diri


 

Jika seorang anak hidup dalam Menghargai Orang Lain

Ia belajar untuk Setia dan Sabar


 

Jika seorang anak hidupnya Diterima Apa Adanya,

Ia belajar untuk Mencintai


 

Jika seorang anak hidup dalam Suasana Rukun

Ia belajar untuk Mencintai Dirinya Sendiri


 

Jika seorang anak hidupnya Dimengerti,

Ia belajar bahwa sangat baik untuk Mempunyai Cita-Cita


 

By : Dorothy Law Notie


 



Readmore »»

Soft Skill vs Hard Skill

Ini adalah artikel yang dah cukup lama saya dapatkan dari sebuah milis sekitar 1 tahun yang lalu. Karena beberapa hari yang lalu ada diskusi tentang pentingnya softskill dari setiap individu di tempat kerja (khususnya bagi yang baru bergabung ke lingkungan yang baru).

Semoga artikel ini bermanfaat.

----- Forwarded Message ----
From: fadilah raharjo
To: HRM-Club@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, August 29, 2007 11:51:02 AM
Subject: Re: [HRM-Club] Penting mana?

Dear Ibu Dewi,

Hasil survey Stanford Research Institute, Harvard University & Carnegie Foundation menyimpulkan: Bahwa lima belas persen (15 %) dari alasan mengapa seseorang berhasil meraih keberhasilan dalam pekerjaan banyak ditentukan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengenai profesi (Hard Skill). Bagaimana yang 85 %? Delapan puluh lima persen dari mereka yang meraih sukses, banyak ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan mengenai manusia (Soft Skill)!



Perbaikilah Kepribadian Anda, dan Anda Akan Sukses
Oleh: Tunggul Tranggono



"You are free to choose, but the choice you make today will determine what you will have, be and do in the tomorrows of your life" Zig Ziglar.

Hasil survey Stanford Research Institute, Harvard University & Carnegie Foundation menyimpulkan: Bahwa lima belas persen (15 %) dari alasan mengapa seseorang berhasil meraih keberhasilan dalam pekerjaan banyak ditentukan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengenai profesi. Bagaimana yang 85 %? Delapan puluh lima persen dari mereka yang meraih sukses, banyak ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan mengenai manusia! Survey yang lain pada 16 (enam belas) jenis industri di Amerika menunjukkan bahwa ternyata prestasi seseorang tidak ditentukan oleh faktor pendidikan formal apakah seseorang tersebut sarjana atau bukan sarjana,bukan oleh faktor jenis kelamin apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan, bukan oleh ras apakah mereka itu kulit putih atau kulit hitam, dan juga bukan oleh umur apakah diatas 40 tahun atau dibawah 40 tahun.

Prestasi seseorang ditentukan oleh kepribadiannya. Bahkan disimpulkan juga bakat yang dibawa sejak lahir hanya berperan sebagai faktor imbuhan saja bagi prestasi seseorang. Kepribadian dan prestasi ibarat flight-attitude yang di-install pada cockpit pesawat terbang. Bila flight attitude menunjukkan kemiringan 45 derajat, maka berarti pesawat miring 45 derajat. Bila kepribadian seseorang tidak positif, maka prestasi yang bersangkutan tidak akan sukses, walau faktor pendukung kesuksesan yang lain dimilikinya. Oleh sebab itu apabila seseorang ingin sukses, tidak ada jalan lain kecuali menimba terus ilmu dan pengetahuan agar wawasannya luas, bekerja terus menerus agar memperoleh pengalaman dan mempertajam keterampilan, berpola pikir dan berpola tindak positif untuk makin menampilkan kepribadian yang positif. Tiga faktor ini yaitu "knowledge, skill and behaviour" oleh Dale Carnegie disebut sebagai faktor keberhasilan seseorang (The Triangle of Success).


KNOWLEDGE

Perjalanan jaman senantiasa diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi manusia yang terlahir pada jamannya dituntut setidak-tidaknya mengetahui apa yang terjadi dan sedang berkembang, kemudian menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut dengan sikap yang adaptatif walau harus melakukan perubahan yang memerlukan pengorbanan. Dalam konteks bekerja dan pekerjaan misalnya, penerapan teknologi yang modern sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat mau tidak mau harus diterima dengan baik, sebab kalau kita tidak melakukannya, bukan hanya ketinggalan dengan yang lain, tetapi bahkan mungkin kita akan terlindas dengan perubahan/kemajuan yang sedang berlangsung. "Make change an ally!" Jadikan perubahan itu sahabat anda. Sebab alergi dengan perubahan, kita akan mandeg.

Dalam pergerakannya, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu bahwa jaman akan menawarkan kepada kita berbagai kesempatan terus menerus. Tinggal terserahlah kepada kita akan menyambut kesempatan tersebut dan menangkap atau membiarkannya berlalu. Yang jelas kesempatan yang sama tidak akan datang lebih dari satu kali, hilang diambil oleh yang lain atau lenyap tertelan waktu. Siap atau tidak siap salah satu keberhasilannya tergantung penguasaan kita terhadap ilmu kita yang kita miliki. Sebab menangkap kesempatan harus berbekal ilmu pengetahuan. Semakin luas ilmu kita semakin cakap kita mengambil kesempatan. Hanya orang yang membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang banyak mampu menangkap berbagai peluang dan kesempatan.

SKILL

Keterampilan pada akhirnya akan dicapai seseorang apabila mereka melakukannya dalam praktek. Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup untuk bisa disebut sebagai terampil apalagi ahli. Dengan praktek seseorang akan menemui berbagai pengalaman yang sangat variatif, berbagai persoalan dan bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut. Ini membuat penguasaan terhadap fungsi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya semakin tajam. Berbekal ilmu pengetahuan ditambah pengalaman, seseorang akan mudah menemukan esensi dari ilmu pengetahuan tersebut, yang akan berpengaruh kepada keberhasilan dalam pengeterapannya. Solusi-solusi terhadap masalah bisa dipermudah sebab esensinya dikuasai. Untuk rakyatnya yang diharapkan bisa mandiri dan tidak tergantung kepada negara lain / kapitalis, Mahatma Gandhi menghimbau agar rakyatnya mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah dimilikinya untuk melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.. Beliau mengibaratkan betapa tinggi praktek itu dengan perumpamaan bahwa satu ons praktik nilainya sama dengan satu ton ilmu pengetahuan. Maksudnya adalah dengan praktik, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat dan ilmu yang lebih detail dan mendalam, sebab betul-betul dirasakannya dan dipahaminya.

BEHAVIOUR

Dipengaruhi oleh karakter yang terbawa sejak lahir, serta lingkungan kehidupan sehari-hari, seseorang akan tampil dengan ciri khusus yang mengemuka sebagai behavior dalam bentuk pola pikir dan pola tindaknya. Tampilan ini secara umum disebut sebagai kepribadian atau personality yang dalam awal tulisan disebut mempengaruhi pencapaian prestasi seseorang dengan dominan. Ada yang beranggapan kepribadian adalah pembawaan yang merupakan keturunan dari orang tua, atau yang tak bisa dirobah. Seorang sarjana, James William, menyatakan bahwa kepribadian seseorang ibarat bawang merah, yang apabila dikupas kulitnya, akan diketemukan kulit yang lain, begitu berkali-kali. Artinya kepribadian sebagai potensi sesungguhnya sangat banyak dimiliki oleh seseorang. Namun tidak nampak. Yang nampak atau ditampilkan sekarang ini adalah sebagian saja dari kepribadian yang dimilikinya. Hakekat dari pengibaratan ini adalah bahwa kepribadian itu bisa dikembangkan. "Attitude is learned, not inherited." Bisa dipelajari, bukan bawaan keturunan.

SELF DEVELOPMENT

Dengan berbekal ilmu pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill) dan kepribadian (attitude & behaviour) yang dimilikinya, seseorang akan berhasil dalam pekerjaannya dan berprestasi tinggi. Namun itu tentunya tidak cukup. Perjalanan zaman membuat pula "social environment" berkembang. Oleh sebab itu prestasi pun harus berkembang dari waktu ke waktu sehingga seseorang senantiasa dalam posisi "kini lebih baik". Ibarat perjalanan, prestasi berawal dengan pertanyaan untuk diri sendiri ; siapa saya, dimana saya, hendak kemana saya, bagaimana caranya agar sampai kesana.

SIAPA SAYA?

Alangkah sulitnya seseorang yang ingin berkembang tetapi tidak mengenal dirinya sendiri. Untuk itu jurnal kehidupan senantiasa harus diikuti, neraca kehidupan senantiasa harus dibuat. Dengan introspeksi, dengan retrospeksi. Seberapa luas ilmu pengetahuan kita miliki? Seberapa terampilkah kita bekerja? Sepositif apakah kepribadian kita? Pengenalan diri sendiri dan kesadaran akan kekuatan serta kelemahan sendiri merupakan modal utama seseorang untuk bisa melakukan pengembangan diri. Tidak pula bisa dianggap sepele adalah pengenalan seseorang dari atau oleh orang lain yang harus dimanfaatkan sebagai 'feed-back' bagi koreksi akan hal-hal yang tidak baik pada diri kita.

DIMANA SAYA?

Seseorang hidup di tengah-tengah masyarakat, tidak terlepas dari interaksi antar berbagai aspek kepentingan baik manusia yang memiliki kepribadian berbeda-beda., dengan teman sekerja, lembaga / perusahaan dimana kita bekerja, masyarakat, bahkan sistem kerja yang saling interaksi secara global. Seseorang selalu berada di tengah-tengah berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Oleh sebab itu dimana letak posisi seseorang dalam interaksi organisasi, apa statusnya, harus disadari sebagai awal pijak perjalanan prestasi yang panjang.

HENDAK KEMANA SAYA?

Tujuan hidup hendaklah jelas. Clear Goal in Life kata sebagian orang. Bekerja sebagai usaha mewujudkan tujuan hidup haruslah jelas juga.Buat apa kita bekerja? Puaskah kita dengan kondisi sekarang? Atau kita ingin berkembang? Kemana kita akan menuju? Menentukan tujuan dengan jelas merupakan motivasi yang akan menggerakkan kita. Seberapa kuat (strength) kita, apa saja kelemahan (weakness) kita. Apabila sudah kita ketahui, dinamika interaksi sosial banyak menawarkan peluang (opportunities). Bahwa kita bisa menggapai kesempatan, adalah tergantung kesiapan kita. Adakah itu? Di samping itu harus diwaspadai pula bahwa di dalam berbagai kesempatan, ada juga ancaman -ancaman (threats) yang bisa membuat tujuan kita gagal.

BAGAIMANA CARANYA?

Dibumbuhi oleh semangat (enthusiasm), seseorang harus mencapai prestasinya. Untuk itu dalam pelaksanaannya haruslah berbahasa prestasi, bermotif prestasi (achievement motive orieented). Pada diri seseorang, motif prestasi bisa dikembangkan. Kebiasaan mengetahui apa yang dilakukan, senantiasa ingin mencapai hal yang lebih baik dari waktu sebelumnya, membandingkan antara hasil dan resiko-resiko, akan membawa seseorang kepada peningkatan motif prestasi yang semakin tinggi. Akhirnya secara naluriah pada diri seseorang akan terbentuk jiwa yang selalu ingin berprestasi. Seiring perjalanan hidupnya, tampillah suatu sosok jati diri yang mencerminkan kepribadian yang positif,yang bisa filling-nya mempercepat pemilihan antara kegiatan yang berguna bagi prestasinya dengan yang tidak. Dan kata tanya yang tepat untuk ini adalah di dalam kita berkegiatan atau bekerja, selalu ada pertanyaan kepada diri sendiri kenapa tidak yang terbaik yang aku lakukan?

PRESTASI, TERMINAL DARI TUJUAN

Individu adalah bagian dari institusi. Apabiia individu-individu berkembang, berkembang pulalah institusi, demikian sebaliknya. Dan apabila institusi berkembang, celah dan kesempatan semakin banyak, yang bisa kita tangkap semakin banyak pula kemungkinannya. Secara umum, "performance" kita akan saling terkait dengan performance institusi dimana kita bekerja. Oleh sebab itu bagi yang memahami alur pemikiran ini tak ada pilihan kecuali mengejar prestasi dengan bekerja sebaik-baiknya, sebab jalan kearah pencapaian tujuan semakin terbuka.

Pada akhirnya seiring perjalanan umur, sampailah kita di terminal tujuan hidup kita, di puncak karir dan bolehlah kita menghela nafas panjang sambil berucap: "Alhamdulillah, aku menjadi sebaik-baik diriku. Alhamdulillah tidak sia-sia hidupku,".


FADILAH RAHARJO
DALE CARNEGIE TRAINING
Jl. Setiabudhi No. 287A Bandung
Phone: 022.201.2600/022.200.9741
Fax: 022.201.2916
Hp: 0812-140.3277/022.700.14287
fadilah.raharjo@dalecarnegie.co.id
fadie24@yahoo.com

Readmore »»

Sunday, July 27, 2008

Manfaat Graphology

Sejenak ngobrol-ngobrol dengan istriku tentang graphology... setelah searching dari google dengan Soner W950i.... ternyata menarik juga..

MANFAAT GRAPHOLOGY

Taken from graphologyguide.com/blog

---

Ini ada cerita dari seorang teman Motivator, yang kebetulan beberapa waktu yang lalu mengadakan pelatihan anak2 sekolah di Jogya.

Ceritanya :Dari pertukaran siswa Indonesia Amerika, ternyata waktu disuruh mengarang tentang peristiwa penembakan siswa Korea yg di Amerika beberapa waktu lalu , seorang anak menceritakan dan menganggap bahwa penembaknya adalah seorang Pahlawan.

Disana dia dibawa ke seorang Psikolog. singkat cerita karena dengan interview psikolog ternyata si anak masih bisa berkata tidak jujur. Lalu di bawa lah hasil karangan anak tersebut ke seorang Grapholog.

Dari hasil kerja Grapholog, diketahui bahwa anak tersebut punya masalah kejiwaan. dan harus di terapi. Graphology selain bisa bermanfaat untuk mengetahui karakter seseorang, juga bisa digunakan untuk pengembangan diri dengan cara memperbaiki kualitas tulisan kita.

berikut ini ceritanya:

Readmore »»

My Fav Links

Here are my favorite links especially to increase and motivate myself about emotioanal and spiritual matters.
1. www.jalal-center.com
2. gusmus.net
3. syariahonline.com
4. sufinews.com
5. afton.sangsurya.com
etc.

Readmore »»