Sunday, September 7, 2008

Mengenal Seseorang dari Tulisan Tangannya

Masih tentang graphology, artikel berikut ini lebih mudah untuk dipahami dibanding tulisan sebelumnya tentang graphology.
Berikut ini saya ambil dari activetransformation.blogspot.com

---

Tulisan memegang peran penting dalam sejarah peradaban umat manusia. Tulisan tangan manusialah yang membedakan zaman sejarah dan prasejarah. Tulisan membuat manusia bisa berkomunikasi jarak jauh tanpa harus meninggalkan tempatnya, melalui surat atau sms. Tulisan juga membuat kita mengetahui adat kebiasaan suatu bangsa yang telah lalu. Pendidikan zaman sejarah juga tak lepas dari bagaimana cara menulis dan membaca. Tulisan sudah merupakan bagian dari kehidupan manusia zaman sejarah.



Walaupun suatu masyarakat memiliki standar tulisan tersendiri yang diajarkan disekolah-sekolah, tulisan tangan setiap orang amatlah beragam. Sudah sejak lama tulisan tangan menjadi bahan penelitian para ahli. Para filsuf zaman Romawi, sampai sastrawan legendaris Shakespeare percaya bahwa tulisan mencerminkan kepribadian sang penulisnya. Bukan hanya karena isi tulisan tersebut menggambarkan isi kepala seorang penulis, tetapi bentuk tulisan seseorang juga bisa menggambarkan kepribadian seseorang.

Setiap orang, disadarai atau tidak, memiliki kekhasan pola tulisan tangan. Kebiasaan menulis sudah menjadi bagian hidup seseorang sejak kecil, hampir seluruh aktifitas belajar di sekolah adalah menulis. Sehingga tanpa disadari tulisan yang fondasinya diajarkan sejak kecil merefleksikan kepribadian orang tersebut.

Grafologi adalah bidang studi yang mempelajari tulisan tangan berkaitan dengan kepribadian seseorang. Grafologi mulai berkembang pada awal abad ke-17, ketika para ilmuwan mulai mengumpulkan data dan fakta ilmiah tentang tulisan. Bahan awal inilah yang kemudian dikembangkan menjadi teori-teori ilmiah.

Kata grafologi (Graphology) diperkenalkan oleh ilmuwan perancis Michon pada tahun 1875. Dalam bahasa Yunani Grapho berarti ’saya menulis’, sedangkan Logos berarti teori.

Sekarang grafologi telah digunakan secara luas, terutama di dunia barat. Para praktisi pendidikan, perekrut karyawan, human reource, sampai psikolog kriminal telah banyak mengaplikasikan ilmu ini.

Grafologi adalah suatu bidang kajian yang sangat kompleks dan dinamis, tetapi pada dasarnya siapapun bisa mempelajarinya. Hal ini disebabkan karena grafologi mudah dipelajari dan bisa langsung dipraktekkan. Siapapun bisa menggunakan panduan sederhana grafologi bisa membantu untuk menganalisis kepribadian seseorang, atau diri kita sendiri. Bagi anda yang suka mengamati orang lain hal berikut mungkin berguna untuk anda.


Contoh dasar analisa Grafologi

Hal yang pertama yang harus diperhatikan dalam menganalisa tulisan adalah apakah tulisan tersebut valid untuk dievaluasi atau tidak. Perlu dipastikan tidak ada faktor luar yang mempengaruhi tulisan, seperti alas untuk menulis yang tidak rata, posisi canggung ketika menulis, atau menulis dalam kendaraan yang sedang berjalan.

Berikut akan dipaparkan beberapa faktor yang bisa dijadikan sebagai bahan analisa. Harus kita pahami bahwa setiap faktor tidak berdiri sendiri melainkan merupakan bagian-bagian yang harus disatukan untuk mendapatkan hasil analisa kepribadian yang utuh.

Faktor pertama adalah ukuran besar kecilnya huruf (size). Ukuran huruf erat kaitannya dengan besar kertas yang diberikan. Para ahli mengatakan bahwa semakin kecil tulisan seseorang menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang bekerja dengan detail, dan merupakan orang-orang yang terbiasa dengan hal teknis. Orang yang tulisannya besar mencirikan seseorang yang tidak suka detail, menyukai gambaran besar dari sesuatu.

Faktor kedua adalah kemiringan huruf (slope). Perhatikan apakah kemiringan huruf konsisten. Cobalah uji dengan menarik garis lurus dia antara tulisan. Jika konsisten kita bisa simpulkan bahwa tulisan yang miring ke belakang biasanya adalah orang orang yang introvert, sedangkan tulisan yang miring ke depan disukai oleh orang-orang ekstrovert. Derajat kemiringan mencerminkan tingkat ekstroversi atau introversi. Sedangkan konsistensi kemiringan masing-masing huruf menggambarkan tingkat konsistensi emosi.

Faktor lainnya adalah kemiringan barisan tulisan (line slope). Orang yang memiliki tulisan cenderung ’naik’ dari kiri ke kanan menunujukkan orang yang optimis dan gembira, saking optimisnya setiap huruf yang baru ditulis lebih tinggi dari huruf sebelumnya. Sebaliknya orang yang tulisannya semakin ke kanan semakin turun adalah orang yang mengalami kelelahan fisik atau mental.

Faktor berikutnya yang bisa kita lihat adalah aliran tulisan (flow). Semakin sering aliran tulisan seseorang terhenti dengan mengangkat pulpen dari kertas semakin sabar orang tersebut. Hal sebaliknya orang-orang yang tidak terkedali emosinya, impulsif, tak sabaran akan memiliki tulisan yang lebih kontinyu. Orang yang terburu buru ingin cepat menyelesaikan tulisannya dengan cara sesedikit mungkin mengangkat pulpen dari kertas.

Faktor spasi (space) juga bisa dijadikan bahan untuk analisis. Orang yang memiliki tingkat untuk bersosialisasi yang tinggi akan cenderung memiliki tulisan dengan spasi antar kata yang dekat. Jarak yang renggang antar kata merefleksikan bahwa orang tersebut lebih nyaman sendiri, dan tidak terlalu percaya kepada orang lain. Jarak antar huruf yang renggang mencerminkan jiwa artistik seseorang.

Faktor yang cukup rumit adalah dekorasi dan distorsi. Kedua hal ini merupakan hal yang berbeda. Dekorasi sengaja di buat, sedangkan distorsi tidak sengaja terjadi dan salah tulis. Dekorasi menunjukkan keinginan untuk dihargai lebih dari yang apa ia terima saat ini. Sedangkan distorsi mengindikasikan tingkat variasi dalam kehidupan individu orang tersebut. Huruf yang belum sempurna bentuknya menggambarkan kecerdasan dan ketidaksabaran.

Secara umum untuk mendapatkan gambaran tentang seseorang gunakan sebanyak mungkin faktor di atas. Jika memungkinkan ujilah dengan tes psikologi lain yang akan membantu untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang kepribadian seseorang. Semakin banyak sudut pandang yang kita gunakan, semakin baik hasil yang kita peroleh mengenai seseorang.

Sungguh merupakan hal menarik untuk mengamati, mempelajari dan menganalisa kepribadian orang lain, juga merupakan suatu cara untuk belajar memahami orang lain, tetapi jangan pernah menganggap analisa anda akurat dan valid secara ilmiah. Anda bisa mempublikasikan hasil analisa anda jika anda sudah ahli dalam grafologi, terlebih jika anda sudah mendapatkan sertifikasi dan akreditasi dari lembaga yang berwenang.

Selamat menganalisa!

Readmore »»